Friday, May 23, 2014

Sifat-sifat dan Klasifikasi Batu Permata

Kerak bumi ini terdiri atas 25% silium (pasir batu-batuan) yang disebut batu permata atau batu mulia yang 90% berasal dari campuran silium. Apabila batu-batu mulia itu ditelaah berdasarkan ilmu kimia, orang akan memaklumi bahwa batu-batu itu tidak berbeda dengan barang-barang tambang (mineral) lainnya.
Batu permata adalah sebuah mineral, batu yang dibentuk dari hasil proses geologi yang unsurnya terdiri atas satu atau beberapa komponen kimia yang mempunyai harga jual tinggi. Batu permata diberi gelar batu mulia karena keindahannya warna yang mempesona, padahal menurut penelitian ilmiah, batu ini hanya menunjukkan sifat-sifat yang biasa saja, misalnya zat arang (kooltof), thonaarde, dan sebagainya. Yang juga menjadi alasan batu ini disebut sebagai batu mulia karena nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.
Batu permata seperti intan hanya terdiri atas satu unsur saja yaitu unsur zat arang. Jenis-jenis batu mulia yang lain terdiri atas zat pasir (silium) misalnya balur, amatis, kecubung, batu emas (opal), zamrud, berjat (granat), biduri ringin (khrisolit), mirah cempaka (topaz), dan ratna cempaka.
Kebanyakan campuran kimia dari zat-zat barang-barang tambang mempunyai corak yang teratur dan bersamaan dalam bentuk kristal. Kadang-kadang orang menemukan batu permata yang masih dalam keadaan kasar tetapi gilang-gemilang, sehingga orang mula-mula menyangka bahwa batu itu telah digosok, padahal memang demikian keadaannya secara alamiah.
Sifat struktur Batu Permata terdiri atas komposisi kimia, struktur kristal, struktur optikal, berat jenis/densitas (spesific gravity) dan keras batu (durability). Namun pada umumnya penggolongan batu permata didasarkan atas keras batu dan berat jenis.
Seperti halnya unsur perhiasan emas putih, emas kuning, perak, tembaga, besi dan perunggu yang memiliki unsur kimia yang berbeda serta kepadatan yang berbeda, begitu pula batu permata juga memiliki unsur kimia dan kepadatan unsur yang berbeda sehingga penggolongannya terdiri dari berbagai jenis. Karena perbedaanya tersebut sehingga ada penggolongan batu yang mulia, yang sedang dan yang tidak mulia serta berbeda dari segi harga maupun nilai yang lainnya. Sampai saat ini penggolongan batu permata didasarkan atas nilai keras batu (hardheid) dan berat jenisnya (scorrtelijik). Nilai keras batu pertama kali dikemukakan oleh ahli pertambangan, Drich Mohs pada akhir abad ke-18 dengan mengemukakan sistem untuk membagi nilai keras barang tambang menjadi 10 macam niali keras batu dari 1 sampai 10. Sistem ini masih berlaku sampai sekarang yang digunakan untuk menilai keaslian batu permata.
Secara khusus penggolongan batu permata pertama kali dilakukan oleh K.E. Kinge dengan mengklasifikasikan menjadi lima kelas. Pembagian tersebut adalah sebagai berikut.
Sifat-sifat dan Klasifikasi Batu Permata
Kerak bumi ini terdiri atas 25% silium (pasir batu-batuan) yang disebut batu permata atau batu mulia yang 90% berasal dari campuran silium. Apabila batu-batu mulia itu ditelaah berdasarkan ilmu kimia, orang akan memaklumi bahwa batu-batu itu tidak berbeda dengan barang-barang tambang (mineral) lainnya.
Batu permata adalah sebuah mineral, batu yang dibentuk dari hasil proses geologi yang unsurnya terdiri atas satu atau beberapa komponen kimia yang mempunyai harga jual tinggi. Batu permata diberi gelar batu mulia karena keindahannya warna yang mempesona, padahal menurut penelitian ilmiah, batu ini hanya menunjukkan sifat-sifat yang biasa saja, misalnya zat arang (kooltof), thonaarde, dan sebagainya. Yang juga menjadi alasan batu ini disebut sebagai batu mulia karena nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.
Batu permata seperti intan hanya terdiri atas satu unsur saja yaitu unsur zat arang. Jenis-jenis batu mulia yang lain terdiri atas zat pasir (silium) misalnya balur, amatis, kecubung, batu emas (opal), zamrud, berjat (granat), biduri ringin (khrisolit), mirah cempaka (topaz), dan ratna cempaka.
Kebanyakan campuran kimia dari zat-zat barang-barang tambang mempunyai corak yang teratur dan bersamaan dalam bentuk kristal. Kadang-kadang orang menemukan batu permata yang masih dalam keadaan kasar tetapi gilang-gemilang, sehingga orang mula-mula menyangka bahwa batu itu telah digosok, padahal memang demikian keadaannya secara alamiah.
Sifat struktur Batu Permata terdiri atas komposisi kimia, struktur kristal, struktur optikal, berat jenis/densitas (spesific gravity) dan keras batu (durability). Namun pada umumnya penggolongan batu permata didasarkan atas keras batu dan berat jenis.
Seperti halnya unsur perhiasan emas putih, emas kuning, perak, tembaga, besi dan perunggu yang memiliki unsur kimia yang berbeda serta kepadatan yang berbeda, begitu pula batu permata juga memiliki unsur kimia dan kepadatan unsur yang berbeda sehingga penggolongannya terdiri dari berbagai jenis. Karena perbedaanya tersebut sehingga ada penggolongan batu yang mulia, yang sedang dan yang tidak mulia serta berbeda dari segi harga maupun nilai yang lainnya. Sampai saat ini penggolongan batu permata didasarkan atas nilai keras batu (hardheid) dan berat jenisnya (scorrtelijik). Nilai keras batu pertama kali dikemukakan oleh ahli pertambangan, Drich Mohs pada akhir abad ke-18 dengan mengemukakan sistem untuk membagi nilai keras barang tambang menjadi 10 macam niali keras batu dari 1 sampai 10. Sistem ini masih berlaku sampai sekarang yang digunakan untuk menilai keaslian batu permata.
Secara khusus penggolongan batu permata pertama kali dilakukan oleh K.E. Kinge dengan mengklasifikasikan menjadi lima kelas. Pembagian tersebut adalah sebagai berikut.
Sifat-sifat dan Klasifikasi Batu Permata
Kerak bumi ini terdiri atas 25% silium (pasir batu-batuan) yang disebut batu permata atau batu mulia yang 90% berasal dari campuran silium. Apabila batu-batu mulia itu ditelaah berdasarkan ilmu kimia, orang akan memaklumi bahwa batu-batu itu tidak berbeda dengan barang-barang tambang (mineral) lainnya.
Batu permata adalah sebuah mineral, batu yang dibentuk dari hasil proses geologi yang unsurnya terdiri atas satu atau beberapa komponen kimia yang mempunyai harga jual tinggi. Batu permata diberi gelar batu mulia karena keindahannya warna yang mempesona, padahal menurut penelitian ilmiah, batu ini hanya menunjukkan sifat-sifat yang biasa saja, misalnya zat arang (kooltof), thonaarde, dan sebagainya. Yang juga menjadi alasan batu ini disebut sebagai batu mulia karena nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.
Batu permata seperti intan hanya terdiri atas satu unsur saja yaitu unsur zat arang. Jenis-jenis batu mulia yang lain terdiri atas zat pasir (silium) misalnya balur, amatis, kecubung, batu emas (opal), zamrud, berjat (granat), biduri ringin (khrisolit), mirah cempaka (topaz), dan ratna cempaka.
Kebanyakan campuran kimia dari zat-zat barang-barang tambang mempunyai corak yang teratur dan bersamaan dalam bentuk kristal. Kadang-kadang orang menemukan batu permata yang masih dalam keadaan kasar tetapi gilang-gemilang, sehingga orang mula-mula menyangka bahwa batu itu telah digosok, padahal memang demikian keadaannya secara alamiah.
Sifat struktur Batu Permata terdiri atas komposisi kimia, struktur kristal, struktur optikal, berat jenis/densitas (spesific gravity) dan keras batu (durability). Namun pada umumnya penggolongan batu permata didasarkan atas keras batu dan berat jenis.
Seperti halnya unsur perhiasan emas putih, emas kuning, perak, tembaga, besi dan perunggu yang memiliki unsur kimia yang berbeda serta kepadatan yang berbeda, begitu pula batu permata juga memiliki unsur kimia dan kepadatan unsur yang berbeda sehingga penggolongannya terdiri dari berbagai jenis. Karena perbedaanya tersebut sehingga ada penggolongan batu yang mulia, yang sedang dan yang tidak mulia serta berbeda dari segi harga maupun nilai yang lainnya. Sampai saat ini penggolongan batu permata didasarkan atas nilai keras batu (hardheid) dan berat jenisnya (scorrtelijik). Nilai keras batu pertama kali dikemukakan oleh ahli pertambangan, Drich Mohs pada akhir abad ke-18 dengan mengemukakan sistem untuk membagi nilai keras barang tambang menjadi 10 macam niali keras batu dari 1 sampai 10. Sistem ini masih berlaku sampai sekarang yang digunakan untuk menilai keaslian batu permata.








Wednesday, May 21, 2014

Batu mulia dan batu sintesis

Batu Permata

Batu Permata adalah sebuah mineral atau campuran dari beberapa jenis mineral, yang dibentuk dari hasil proses geologi ,Campuran dari beberapa unsur mineral tsb menjadikan batu mulia ini  menampilkan bentuk atau rupa yang menawan dari sisi keindahannya. Setiap mineral memiliki karakter yang tersusun menjadi struktur kristal. Dan makin lama mineral berlangsung dalam waktu yang lama di dalam bumi, makin indah kristal yang terbentuk.

Istilah atau Penamaan Batu mulia ini  berbeda-beda di setiap daerah dan negara. Kadang hal ini bisa membuat bingung bagi orang yang pertama kali belajar batu mulia. Istilah pasar kadang juga dipakai oleh para pedagang batu nakal untuk mengelabuhi pembeli,sebagai contoh saat ada pemula ingin membeli batu safir, oleh pedagang di tunjukan batu Kyanite yang biasa disebut sebagai "Safir Australi", Mungkin pedagangnya pun tidak tahu. Sebutan "Zamrud Kalimantan" untuk batu Green Obsidian telah memakan
banyak korban, banyak pembeli percaya kalau batu itu adalah jenis batu Emerald. Batu sintetis "Merah Siam", "King Safir", dan "Zamrud Chatam" banyak yang percaya kalau itu batu permata natural / asli alam.

Namun ada satu nama Ilmiah yang telah ditetapkan oleh para Geologist dan Gemologist dunia. Nama-nama itu perlu dihapal dan dimengerti, supaya tidak ada kesalahpahaman antara pembeli, penjual, dan sesama penghobi batu mulia.

Nama Pasaran Batu Mulia yang beredar di Indonesia:

Intan/berlian : Diamond
Kecubung : Amethyst
Kecubung teh : Smoky Quartz
Kecubung hijau : Prasiolite Quartz
Kecubung es : Rock crystal
Badar lumut : Green jasper
Ati ayam : red jasper
Badar tawon: Petrified Sea Coral
Zamrud : Emerald
Zamrud Kalimantan: Green Obsidian
Mata macan/biduri sepah : Tiger'e eye
Mata elang (pandan warna abu abu) : Hawk's eye
Mirah : Ruby
Merah Delima : Ruby Star dengan warna merah isi buah delima
Zamrud merah : Bixbite
Sungai dareh : Idocrase
Bacan : Chrysocolla
Kalimaya / Moyo : Opal

Giok : Jade
Akik : Agate
Mutiara : Pearl
Safir air : Iolite
Safir Australia : Kyanite
Ruby Borneo / Merah Borneo : Rhodochrosite
Kecubung Rambut / Rambut Cendana : rutilated quartz
Biduri bulan: Moon stone (white sheen)
Biduri laut : Moon stone Feldspar (blue sheen).
Mata kucing : cat's eye
Pirus : Turquoise.
Laburador : labradorite.
Kuarsa mawar : Rose Quartz.
Batu darah/naga sui : Blood stone.
Biduri surya : sun stone.
Biru lazuardi : lapis lazuli
Yaman : Chalcedony Agate
Batu Meteor : Tekstite
Kol Buntet: Petrified Shell
Sumur Bandung : Chalcedony Agate dengan pusaran di tengah
Badar Emas : Pyrite
Spritus Batu Raja : Chalcedony

Beberapa Nama Pasaran batu Sintetis / Buatan:
King Safir
King Topaz
Merah Siam
Zamrud Chatam
Ruby Chatam
Safir Chatam
American Star
Cubic Zirconia
Opal Jepang
Zamrud Byronente

Sintesis atau batu buatan biasanya mempunyai nama2 pasaran , "king" seperti king safir.king topaz,atau king amethyst..Merah siam adalah batu sintesis untuk ruby.Cubic zirconia adalah batu buatan untuk mengganti
 batu safir/atau intan.Batu chatam juga adalah sintesis batu buatan biasanya untuk mengganti batu zamrud.
Ada juga chatam yang berwarna biru seperti batu safir,sebutannya safir chatam.

Batu mulia sintesis atau buatan dengan kwalitas mantap beredar banyak sekali di pasaran .secara fisik dengan telanjang mata.Bahkan dengan pembesaran 36 kali tidak mungkin membedakan antara batu sintetis dan batu asli.Kita sebagai konsumen bisa jadi akan tertipu dengan hal2 seperti ini..Oleh karena itu,kejelian dalam memilih   batu mulia menjadi hal yang pokok yang harus diperhatikan oleh paa kolektor
batu. Masih banyak orang yang mengandalkan serat batu sebagai patokan keaslian, tapi sekarang serat batu pun berhasil ditiru.Ada juga yang dengan ngototnya  berkata kalau batu asli dkasih setetes air pasti airnya tidak jatuh atau ambar Mungkin karena sudah langganan.Padaha l sebenarnya pedagang batunlah ahli batu. Pembuktian ini suah kuno dan kadaluarsa.

Saat ini satu-satunya cara untuk membuktikan keaslian batu adalah dengan memasukan ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut. Para profesional yang  disebut gemologist itu yang akan menentukan jenis model apa bebatuan yang kita periksa itu.

Ini salah satu alamat laboratoriumnya
GRI di jalan batu ceper dekat harmoni lab jln Gajah Mada tempat pak nugroho alamat Bpk Nugroho gemologist trip. komplek pegadaian jln dukuh v no 13 rt 006/05 kp dukuh, kramatjati jakarta timur tlp 081357575710/ 085330330333



Friday, May 16, 2014

Tentang batu akik,Batu cincin.

Pendahuluan nh.

Selamat Pagi bro....

Blog ini berisi rangkuman tentang batu cincin.Batu akik,berita2nya,keilmuannya secara ilmiah atau pun menurut kepercayaan masing2 penggemarnya. dan seterusnya.Untuk awalnya sih,artikel yang enteng2 dulu nih bro.Buat ane pribadi sebagai sebuah kegemaran baru dan buat semuanya mudah2 an artikel ini bermamfaat.

Tentang batu akik

Batu cincin jenis akik, disebut juga agate. kita  mengenali batu ini sebagai jenis batu yg amat popular untuk dijadikan batu cincin.  komponen akik sebenarnya terdiri dari beberapa jenis bahan silika( kebanyakannya quartz). agate (akik) berasal dari perkataan sungai achtes di drillo, sicilly dimana batu ini pertama kali dijumpai sekitar 3000 tahun lampau. akik ialah batu unik yang mempunyai berbagai-bagai warna dan jenis dan mustahil bagi kita untuk membedakan dan mengingat jenis-jenis akik secara ilmiah.

Berbagai jenis batu akik yang kita temui sekarang ini merupakan batuan yang berasal dari mikro kristal kuarsa dengan tingkat kehalusan dan kecerahan warnanya yang berbeda-beda.

 Jenis batu akik yang banyak di Indonesia :diantaranya

1. Batu Mirah Delima
2. Batu kecubung
3. Batu giok
4. Batu Amber
5. Batu intan
6. Onix hitam
7. Zamrud

Mana yang asli mana yang palsu

Jika Batu di letakkan di tempelkan di pipi, terasa dingin  batu itu asli. jika cepat menghangat bagai mana ? : setiap benda yang kita pegang pasti akan berubah hangat karena hantaran suhu badan kita, untuk batu akik, jika kita pegang akan lama hangat bahkan selalu terasa dingin dan akan cepat mendingin. “jika di tempelkan di pipi terasa dingin”

jika di sulut dengan api putung rokok atau di bakar dengan korek api, maka tidak akan ada perubahan warna gosong atau titik meleleh pada batu, setelah lama di bakar atau di sulut pasti akan menghasilkan cairan minyak berwarna cokelat, nah jika ASLI ketika di usap maka cairan tersebut akan hilang dan tidak berbekas atau menempel kuat dibatu, jika palsu meski di olesi air atau minyak untuk menghikangkan, bekasnya tidak akan hilang. “Jika di bakar atau di sulut api rokok / korek tidak meninggalkan bekas bakar yang aneh”
Meski dibakar batu akan panas dan kembali cepat mendingin, beda dengan kimia plastik atau kaca buatan, yang akan cukup lama menyimpan hangat atau panas.

Lihat serat didalamnya dengan menerawang, jika asli serat dalam batu terlihat seperti retak-retak dan motif alami, karena jarang sekali kita jumpai batu mulia akik dengan mulus tanpa serat. anda pasti bisa membedakannya buatan alam dan manusia “Serat dalam batu”
Tanyakan kepada ahlinya atau laboratorium untuk menguji kandungan batu.

Berikut beberapa ciri-ciri Batu Sintetis /Plastik:

Bening seperti kaca, tidak terlihat serat-serat di dalamnya.
Terasa lebih ringan untuk batu seukurannya.
Akan ada perubahan jika anda membakarnya.
Akan tergores atau lecet jika terjatuh atau di gesekan dengan benda keras lainnya.

Dari pengalaman di atas adalah sudah saya buktikan dan praktekkan.asli dan akurat. uji dengan tetes air itu kurang bisa diterima karena semakin licin dan kilat hasil gerinda atau amplas batu maka semakin licin.
Oke bro...trimakasih udah mampir.